Chat with us, powered by LiveChat
basket putra China

Rangkuman dari agen sbobet88 mengenai pertandingan basket terakhir pada ajang Asian Games 2018 yang telah mempertemukan tim nasional basket putra China dan Iran. Iran melaju ke babak final setelah dapat mengalahkan Korea Selatan pada babak semifinal, sementara dengan China berhasil melaju ke babak final setelah mengalahkan China Taipei pada babak semifinal.

Pertandingan berjalan begitu sangat ketat dengan perolehan poin yang begitu berdekatan, akurasi tembakan yang dimiliki oleh China berhasil membawa China menjadi pemenangnya, China berhasil menjadi juara dengan mengalah kan Iran dengan skor akhir 84-72.

Kemenangan tersebut berhasil membawa China mendapatkan mendali emas yang telah hilang dari mereka pada edisi yang sebelumnya. Kemenangan ini adalah mendali emas kedelapan bagi timnas basket putra China sejak China mengikuti pertandingan pada Asian Games 1951.

Dan bagi Iran ini adalah kekalahan beruntun mereka untuk meraih mendali emas, pada edisi sebelumnya Iran juga harus puas dengan membawa pulang mendali perak.

Empat pemain yang dimiliki China berhasil mencetak dua digit angka, diantaranya ada Abudushalamu Abudureziti yang telah menjadi top skor dengan torehan 20 poin dan 6 rebound dari 4/5 tripoin yang diberikannya, Zhao Rui dan Fang Shuo sama-sama berhasil memberikan 16 poin, sementara Zgou Qi berhasil dobel-dobel dengan 15 poin dan 11 rebound.

Sedangkan untuk Iran, Hamed Haddadi menjadi top skor kembali bagi Iran dengan torehan 27 poin dan 10 rebound, Mohammadsamad Nikkhabahrami memberikan 13 poin, sementara Benham Yakhcalidehkordi berhasil memberikan 12 poin, serta Mohammad Hassanzadeh melengkapinya dengan 10 poin.

Pada kuarter pertama dapat dibuka dengan kedua tim saling balas membalas mencetak poin. Dunk brutal dari Hamed Haddadi kepada Zhou Qi menjadi salah satu aksi yang seru yang sudah ditonton sejak awal pertandingan.

Hassanzadeh yang menjadi tandem bagi Hamed Haddadi dibawah ring Iran sangat menyulitkan China untuk menemukan tembakan tebaik yang mereka miliki. Sementara saat menyerang, kehadiran Hamed Haddadi menjadi pemecah konsentrasi China. Dan Iran berhasil menutup kuarter pertama dengan skor unggul 25-18.

China berusaha untuk mengejarnya pada kuarter kedua melalui poin yang diciptakan oleh Zhou Qi dan Abudushalamu Abudurexiti sempat membuat skornya mendekat hinggal hanya berselisih dua poin saja. Akan tetapi rangkaian poin tersebut adalah mayoritas diciptakan saat barisan pemain utama Iran mendapatkan jatah istirahat mereka, setelah pemain-pemain utama Iran kembali kedalam lapangan, Iran mampu membalasnya.

Baca Juga : Timnas China Susah Payah Rebut Emas Lawan Korea Bersatu

Iran mampu menutup kuarter kedua dengan keunggulannya dengan skor 45-41. China kembali membuka pada kuarter ketiga melalui permainan post yang diberikan oleh Wang Zheilin.

China berhasil mengambil alih keunggulan Iran saat laga berjalan dua menit melalui tripoin dari Zhao Ri, Zhao Ri bahkan melakukan hal yang sama hanya dengan 20 detik berselang yang telah membuat Irang langsung mengambil timeout. Laga berjalan sangat keras setelah beberapa pemain kedua tim beberapa kali melakukan pelanggaran keras.

Duel antara Zhou Qi saat melawan Hamed Haddadi menjadi duel yang dinantikan sepanjang laga. Hamed Haddadi merupakan mantan pemain NBA dan sementara Zhou Qi hingga saat ini masih berstatus pemain Houston Rockets.

China dapat menjaga jarak melalui dua poin yang diberikan oleh Wang Zheilin, sementara Iran masih menemui kesulitan untuk dapat menembus pertahanan China, hingga kuarter ketiga tersisa tiga menit jelang usai, Iran hanya dapat menciptakan empat poin.

Iran terus mengejar ketinggalan dalam tiga menit terakhir kuarter ketiga, dan nyaris seluruh serangannya berasal dari Hamed Haddadi berubah poin atau berhasil membuat China membuat pelanggaran. Fadeaway yang dilakukan oleh Hamed Haddadi menutup kuarter ketiga dengan keunggulan berbalik China dengan skor 59-56.

Ketika kuarter keempat berlangsung, permainan keras terlihat sejak awal pertandingan. Kedua tim terlihat sering kali melakukan banyak kontak fisik didalam area kunci masing-masing.

Zhou Qi melakukan dua blok telak yang telah membuat seluruh penonton yang hadir turut bersorak. Abudurexiti yang sedang menemukan sentuhan terbaiknya menyusul dengan tripoin yang lalu diikuti oleh Zhou Qi dengan hal yang sama dan memaksa Iran untuk mengambil timeout.

Abudurexiti benar-benar menjadi sasaran oleh Iran pada laga kali ini, ketika laga tersisa tinggal tiga menit terakhir, tripoin yang diberikannya menjauhkan jarak dengan Iran dengan skor 77-68. Nikkhabahrami emmbawa Iran mendekat dengan tembakan jarak menengahnya, namun Fang Shou melalui tripoinnya kembali membuat jarak semakin melebar dan membawa China unggul dan memenangkan pertandingan dengan hasil akhir 84-72, dan China berhasil memenangkan pertandingan dengan membawa pulang mendali emas yang sebelumnya didapatkan oleh tim nasional putri China.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Privacy Policy         Term of Service

©2019 SBOBET88 PLATINUM AGEN

Log in with your credentials

Forgot your details?